Minggu, 15 Januari 2012


Ribuan Petani Siap Seruduk Istana Demo
Kentang Impor
Kurang lebih 1.200-1.300 petani kentang asal Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah tanggal 11/10/2011 berencana berdemo di depan Istana Negara. Mereka kesal dengan kebijakan pemerintah yang membiarkan petani kentang mengalami kerugian karena serbuan kentang sayur impor.

            Ketua Umum Asosasi Petani Kentang Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara Jawa Tengah Muhammad Mudasir mengatakan selain Istana Negara, para petani juga akan melakukan aksi serupa di kantor menteri perdagangan dan Gedung DPR-RI. Mereka juga secara khusus akan mengirim delegasinya untuk bertemu Menteri Pertanian.

Selain desakan penghentian impor kentang sayur dari luar negeri. Para petani ini juga mendesak agar subsidi pertanian bisa langsung dirasakan oleh petani kentang.

"Selama ini subsidi pertanian ke mana? Buktinya harga benih masih mahal, harga pupuk juga mahal, belum pestisida," begitu katanya.

            Ia dengan petani kentang lainnya mendesak agar para tenaga ahli pemerintah untuk turun ke lapangan membina petani. Mereka mengharapkan ada upaya pemerintah agar daya saing kentang lokal bisa menahan laju serbuan kentang impor yang jauh lebih murah.

"Biaya produksi kami satu hektar Rp 50 juta, kalau dihitung per kg sudah Rp 4.000 bisa menutupi, tapi kentang impor hanya Rp 2.500-3.000 per Kg," katanya.

            Para petani asal Banjarnegara dan Wonosobo, hari ini Senin Tgl 10/10/2011 mereka berangkat ke Jakarta untuk demonstrasi. Aksi tersebut merupakan bentuk protes dan kekecewaan atas impor kentang dari China yang membuat harga kentang domestik anjlok pada kisaran Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per kilogram jauh dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 7.000 per kilogram, hal tersebut disebabkan harga kentang impor yang hanya Rp 2.000 hingga 2.500 per kg.

            Menurut Ibrahim, seorang petani kentang asal Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, sebelum berangkat ke Jakarta mereka akan berkumpul di Alun-alun Banjarnegara untuk menunggu para petani kentang dari wilayah Wonosobo dan Batang. Selain itu ada pula yang berangkat melalui Purbalingga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar