Selasa, 03 Juli 2012


Kesepian bisa membunuh!

Jangan biarkan orang-orang terdekat Anda merasa kesepian!
Hm… siapa bilang berumur panjang itu enak? Bila orang menghadapi usia lanjut seorang diri karena anggota keluarganya sudah tidak tinggal bersama lagi, yang terjadi adalah rasa kesepian. Lalu, ada fakta yang belum diketahui kebanyakan orang.
Jangan mengira bahwa efek dari kesepian yang dialami orang-orang tua hanya terasa dari sisi psikologis. Misalnya, merasa ditinggalkan atau diabaikan. Padahal, kerusakan fisik yang terjadi bisa mengancam kesehatan, sama besarnya dengan obesitas atau merokok.
Hampir satu dari 10 orang lanjut usia menderita kesepian yang intens, sehingga meningkatkan risiko depresi, kurang olahraga, dan kebiasaan makan yang buruk. Oleh karena itu, Age UK Oxfordshire, Counsel And Care, Independent Age, dan WRVS, menggelar Campaign to End Loneliness. Mereka menuntut pengakuan yang lebih besar dari para profesional di bidang kesehatan mengenai hubungan antara kesepian dan kesehatan yang buruk.
The World Health Organisation juga menilai kesepian memberikan risiko yang lebih tinggi daripada merokok, dan sama berisikonya dengan diabetes. Dikatakan para peneliti, kurangnya interaksi sosial juga meningkatkan peluang kaum lansia mengidap penyakit degeneratif seperti Alzheimer.
Meningkatnya kasus kesepian pada orang tua sebagian disebabkan oleh bertambahnya harapan hidupnya, dan kehidupan anggota keluarganya yang terpencar-pencar. Lebih dari separuh dari orang usia 75 tahun yang hidup sendiri, dan sekitar satu dari 10 orang tua mengidap kesepian yang kronis. Sedih, ya.


review: 
 Kesepian  memang salah satu hal yang bisa sangat mematikan. Bayangkan jika seseorang merasakan kesepian entah itu karena tidak mempunyai pasangan atau hanya sekedar teman. Kesepian juga tidak mengenal usia. Terkadang jika kita merasa sepi selalu mempunyai pikiran yang kalut sehingga kejadian selalu ingin bermalas-malasan bahkan juga hanya sekedar untuk makan pun tak mau. Apalagi kesepian itu juga mengusik kejiwaan, Itulah sebabnya mengapa kesepian bisa menjadi mematikan.


Kejujuran itu Kesalahan

Ya.. Kurang lebih seperti itulah kondisi dan realita yang terjadi saat ini. Ketika kita melakukan perbuatan yang baik, selalu saja ada penentang perbuatan kita, entah yang terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Sebaliknya, ketika kita melakukan yang jelas-jelas salah, malah banyak yang mendukung dan banyak pula yang ikut-ikutan.
Contoh gamblangnya seperti mencontek saat ujian. Mencontek dipandang sebagai hal yang buruk. Namun tetap saja menjadi hal yang sering dilakukan oleh banyak orang.  Jika kondisi seperti ini dibiarkan terus-menerus maka akan berakibat  fatal. Akan tumbuh generasi-generasi muda yang bermental pengecut.
Peradaban masyarakat seharusnya sesuai dengan nilai-nilai dan hukum positif yang berlaku di suatu daerah. Namun lagi-lagi kini mental pengecut sudah melanda masyarakat pada umumnya. Akhirnya nilai-nilai positif itu hanya dianggap sebuah angin lalu yang tiada meninggalkan bekas.
Sebuah ongkos mahal untuk mempertahankan kejujuran. Hal ini dialami oleh Ibu Siami. Ia di caci , dimaki, bahkan diusir akibat melaporkan guru SDN Gadel 2 yang memaksa anaknya untuk memberikan contekan kepada teman-temannya saat ujian nasional. Ibu siami dituduh mencemarkan nama baik kampung dan sekolah.
Dari kejadian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa saat ini kejujuran menjadi sebuah momok dan perilaku yang menakutkan di tengah masyarakat. Pasalnya kejujuran yang merupakan sebuah kebaikan malah disalahkan. Padahal kejujuran itu sendiri merupakan sebuah perilaku yang tidak menyalahi nilai-nilai positif di tengah masyarakat.
Itulah sebuah potret bangsa yang terjadi saat ini. Siswa di didik sebagai calon koruptor. Dikatakan demikian karena pada dasarnya mencontek itu sama saja dengan bakal korupsi. Meskipun terlihat sepele namun hal tersebut memang benar-benar terjadi. Nilai-nilai positif sudah tidak dijunjung lagi. Padahal seharusnya nilai-nilai positif itu ditanamkan pada anak-anak calon penerus bangsa sejak dini.
Saat ini mencontek bisa dibilang korupsi kecil untuk sekelas seorang anak kecil. Suatu saat nanti ketika cara pandang seperti ini tidak dihilangkan, bisa jadi korupsi uang Negara menjadi hal yang dipandang kecil juga oleh orang sekelas pejabat Negara. Krisis pemimpin di Indonesia saat ini sejalan dengan Krisis kejujuran. Ketika kejujuran tidak ditegakkan, maka generasi yang tumbuh di masa yang akan datang nanti adalah sebuah generasi yang bermental koruptor.
Untuk mengatasi masalah kejujuran seperti itu harus dimulai sejak anak masih usia dini. Yaitu dengan menanamkan nilai-nilai positif kepada seorang anak. Karena masa tersebut adalah masa belajar dan masa pertumbuhan baik dari segi berpikir maupun bertindak. Pemerintah benar-benar harus memperhatikan masalah kejujuran juga. Selama ini yang terasa di tengah masyarakat bahwa pendidikan hanya difokuskan pada masalah kurikulum, tanpa memperhatikan aspek-aspek pembinaan terhadap anak didik. Hal tersebut terbukti dapat dilihat diberbagai sekolah negeri yang menitik beratkan masalah prestasi siswa dibandingkan masalah pembentukan kepribadian. Harus ada sebuah mekanisme untuk melakukan pembinaan dan strategi khusus untuk menyisipkan nilai-nilai positif kepada peserta didik terutama yang masih ada dalam tataran TK, SD dan SMP. Karena disitulah masa-masa pembentukan budaya dan sikap untuk peserta didik yang sederajat dengan tingkat pendidikan tersebut.


review:
 pentingnya kejujuran dalam diri seseorang. tetapi terkadang kita juga kesulitan untuk berbuat jujur. Padahal jika kita semua bisa bersikap jujur, kehidupan akan berjalan aman dan tentram. Sebenarnya kejujuran itu harus diajarkan sejak dini. Dan dimulai dari keluarga sendiri. Sebagai orangtua wajib untuk mencontohkan baik dan buruknya dari setiap perbuatan. Karena jika itu tidak di terapkan maka untuk kehidupan di  masa depan akan  buruk. Contohnya saja masalah di atas. Melaporkan seorang guru yang memberikan contekan kepada muridnya itu adalah BENAR. Tetapi mengapa tanggapan dari sebagian masyarakat malah mencibir orangtua murid tersebut. Tidakkah mereka berfikir akan kerugian dari trindakan yang mereka dukung  itu. Mungkin para anak-anak akan mengalami sukses bisa lulus ujian sekarang, tetapi apakah nantinya akan menguntukan calon penerus bangsa tersebut ? tentu saja tidak, malah itu semua akan mengundang mereka menjadi seorang yang malas dan ketergantungan.




Kiranya di dunia ini, tidak ada budi yang bisa mengimbangi ataupun membalas cinta seorang ibu. Cinta seorang ibu mengalir dalam darah dan ruh kita. Anak adalah buah cinta dari dua hati, namun ia tidak dititipkan dalam dua rahim. Ia dititipkan dalam rahim sang ibu. Selama sembilan bulan disana ia hidup dalam kesunyian sambil menghisap saripati kehidupan sang ibu. Kemudian ia keluar diantar oleh darah sang Ibu.
Berikut adalah sebuah kisah tentang pengorbanan seorang ibu terhadap anak yang sangat dicintainya. Mudah-mudahan ada hikmah yang dapat diambil setelah membaca kisah ini. Dan juga dapat menambah rasa sayang kita terhadap orang tua, terutama Ibu yang telah melahirkan dan merawat kita dengan cinta kasihnya yang tulus.

 Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal dunia karena sakit. Sang ibu sering merasa sedih memikirkan anak satu-satunya itu. Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi. Sang Ibu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan : "Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati" Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya. Sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya.

Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap. Kemudian dia dibawa ke hadapan raja untuk diadili dan dijatuhi hukuman pancung. Pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa. Hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi. Berita hukuman itu pun sampai ke telinga si ibu, dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan: "Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya"

Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan. Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman. Dengan hati hancur, si ibu kembali ke rumah. Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan. Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan.

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong-bondong menyaksikan hukuman tersebut. Sang algojo sudah bersiap dengan pancungnya dan si anak pun sudah pasrah dengan nasibnya Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya.

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Namun sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang. Sudah lewat lima menit dari waktu yang ditentukan dan suasana sudah mulai berisik. Akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang. Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada.

Saat mereka semua sedang bingung, tiba-tiba dari tali lonceng itu mengalir darah. Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat. Dengan jantung berdebar seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah. Tahukah anda apa yang terjadi? Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng.

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya.

Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu untuk anaknya. Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya. Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini. Sesuatu untuk dijadikan renungan bagi kita, gar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun.

 
 
review :

ibu adalah orang yang paling berjasa dalam kehidupan ini. dia adalah orang yang melahirkan kita, merawat kita dari kecil hingga menjadi dewasa. dia pun melakukan itu tanpa pamrih, bahkan dia rela melakukan apapun demi anaknya, maka dari itu kita sebagai seorang anak harus slalu menghargai jasa seorang ibu. jangan lah kita menjadi anak yang sombong dan lupa akan jasa dari orang yang telah melahirkan kita.. "seperti penggalan cerita di atas".