Sumber : okezone.com
Penggusuran PKL = Mematikan Perekonomian Rakyat
Beberapa
bulan yang lalu, para pedagang pasar keputran mengangkat bambu runcing dan
aneka senjata tajam di depan Pasar Keputran, Surabaya. Mereka akan melawan
penggusuran pedagang kaki lima di depan pasar itu. Selain membawa bambu
runcing, sebagian yang terdiri dari ibu-ibu dan remaja putri itu juga membawa
batu. Ada juga yang terlihat membawa obor yang belum dinyalakan. “Dari pada
mati kelaparan, lebih baik kami melawan sekarang,” teriak salah satu pedagang.
Setelah beberapa hari kemudan, para pedagang di Pasar Keputran dengan khusyuk
menggelar aksi istigotshah bersama. Mereka berdoa agar diberi kekuatan dalam
menghadapi cobaan saat itu dan berharap tidak terjadi penertiban pedagang di
area Keputran tersebut. Jika itu sampai terjadi, bagaimana nasib mereka dalam
mengais pundi-pundi rupiah untuk menghidupi kebutuhan keluarga mereka. Jika
mereka direlokasikan ke tempat yang baru, apakah bisa menjamin kalau barang
dagangan mereka akan laris sama seperti tempat yang asal.
Penggusuran
kerap sekali terjadi di lingkungan sekitar anda. Biasanya penggusuran dilakukan
secara tiba-tiba sehingga para pedagang tidak kuasa untuk menghidari aksi
satpol PP. Penggusuran dilakukan dengan dalil untuk menertibkan suatu kawasan
agar bersih tidak dipenuhi oleh para pedagang. Sering kali terjadi penggusuran
paksa dengan mengobrak-abrik barang dagangan mereka dan memasukkan rombong
dengan paksa ke dalam mobil satpol PP. Tentu saja banyak warga yang berontak,
pinsan, menangis dan bahkan ada yang bertindak anarki melawan satpol PP. Para
petugas penertiban serasa tidak peduli dengan kehidupan mereka dan tidak
memikirkan bagaimana mereka dapat hidup tanpa dagangan mereka. Mari kita
bayangkan, apalah arti kawasan yang tertib jika perekonomian rakyat menjadi
redup. Apalah arti kawasan yang bersih jika rakyatnya menderita karena tidak
bisa bekerja lantaran barang daganganya digusur. Bagaimana bisa kita
mengentaskan kemiskinan di negeri ini jika rakyat yang berusaha meningkatkan
perekonomiannya malah tidak didukung.
Ditinjau
dari banyak hal, penggusuran dapat mematikan perekonomian rakyat. Berdagang
merupakan upaya mereka untuk menyambung hidup. Dengan berdagang, mereka bisa
menciptakan lapangan kerja sendiri tanpa bergantung kepada orang lain. Apa
jadinya jika mereka tidak berdagang. Angka pengangguran di negeri ini akan
meningkat, dan perekonomian rakyat akan semakin meredup. Pedagang kaki lima
merupakan tonggak kuat dalam perekonomian rakyat. Jadi bisa dikatakan dengan
berdagang, mereka bisa mandiri dalam mencukupi kehidupannya. Menurut saya
kehadiran para pedagang kaki lima tidak menggangu public secara mutlak. Apalagi
kesadaran mereka untuk berdagang secara mandiri patut untuk diacungi jempol
karena mereka bukanlah sampah masyarakat. Mereka hanya mencari nafkah dengan
cara yang halal dan tidak terlarang. Alasan mengapa mereka menggelar barang
daganganya di sembarangan tempat, mungkin mereka tentu tidak memiliki cukup
uang untuk menyewa tempat untuk wilayah dagangan mereka. Jadi tidak heran jika
mereka berdagang di sembarang tempat. Jika pedangang tersebut merasa nyaman di
tempatnya sekarang ini, kemudian ia digusur untuk berpindah ke tempat yang
disediakan pemerintah, hal itupun tidak menjamin bahwa dagangannya akan selaris
di tempat asal. Sangat susah untuk memulainya di tempat yang baru untuk mencari
pelanggan baru.
Alasan
yang lain, banyak para konsumen yang lebih suka membeli di PKL. Alasannya yaitu
mudah dijangkau dan harganya relative murah. Konsumen dari perekonomian rendah
maupun tinggi merasa puas jika membeli di PKL. Saat ini banyak sekali
minimarket yang menjamur di seluruh kota hingga pedesaan. Tentu saja para
pedangang barang kelontong merasa was-was bersaing dengan minimarket yang
secara fasilitas jelas jauh lebih tinggi dari para PKL. Jika banyak PKL yang
digusur, tentu dapat mematikan perekonomian mereka dan meningkatkan income dari
minimarket tersebut. Bagaimana negeri ini bisa mengentaskan kemiskinan jika
banyak para PKL yang mandiri dirampas haknya untuk berdagang.
Review:
sebaiknya bukan di gusur tetapi diberikan tempat
berdagang yang lebih layak dan mendapatkan izin dari pemerintah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar